• social
  • social
  • social
Is the Quran the Word of God?
  • Home
  • Blog
  • Religious Beliefs
    ▼
    • Quran
      ▼
      • Where are the Torah, Psalms, and Gospels?
      • What every Christian should know about the Qur’an
      • Zaynab, the fifth wife of Islam’s prophet Muhammad
    • Jesus
      ▼
      • Jesus in the Quran
      • Jesus in the hadith
      • Jesus, the Prince of Peace
    • Are you thinking about converting to Islam? Do you need reasons to convert to Christianity?
  • Chapters
    ▼
    • Jesus’ Death on the Cross and the Quran
    • Trinity, Tawhid, and Monotheism
    • Ahmed Deedat
    • Ahmadiyya
    • Mirza Ghulam Ahmad
  • العربية
    ▼
    • هلسيدفنالمسيح (عليهالسلام) فيالمدينةالمنورةإلىجوارالنبيمحمد (عليهالصلاةوالسلام)؟
    • موت يسوع على الصليب والقرآن
    • التوحيد وعقيدة الثالوث الأقدس
    • نقل الكتابات المقدسة والقرآن
    • هل تحدث موسى عن الرسول محمد؟
    • هل يمكن لله أن يموت؟
    • ابن الله
  • Contact
  • English
  • Home
  • Blog
  • Religious Beliefs
    • Quran
      • Where are the Torah, Psalms, and Gospels?
      • What every Christian should know about the Qur’an
      • Zaynab, the fifth wife of Islam’s prophet Muhammad
    • Jesus
      • Jesus in the Quran
      • Jesus in the hadith
      • Jesus, the Prince of Peace
    • Are you thinking about converting to Islam? Do you need reasons to convert to Christianity?
  • Chapters
    • Jesus’ Death on the Cross and the Quran
    • Trinity, Tawhid, and Monotheism
    • Ahmed Deedat
    • Ahmadiyya
    • Mirza Ghulam Ahmad
  • العربية
    • هلسيدفنالمسيح (عليهالسلام) فيالمدينةالمنورةإلىجوارالنبيمحمد (عليهالصلاةوالسلام)؟
    • موت يسوع على الصليب والقرآن
    • التوحيد وعقيدة الثالوث الأقدس
    • نقل الكتابات المقدسة والقرآن
    • هل تحدث موسى عن الرسول محمد؟
    • هل يمكن لله أن يموت؟
    • ابن الله
  • Contact
  • English

Tuduhan Pertentangan Alkitab

Orang-orang Muslim, Kristen, Alkitab, dan Al-Quran

Ada beberapa alasan sehingga orang-orang Muslim tidak percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah.  Di bawah ini beberapa alasan yang diberikan oleh orang-orang Muslim:

  • Allah tidak bertentangan dengan diri-Nya sendiri, dan orang-orang Muslim menuduh bahwa ada banyak pertentangan di dalam Alkitab.
  • Orang-orang Muslim menuduh bahwa Injil dituliskan bertahun-tahun setelah masa Yesus.
  • Orang-orang Muslim yakin bahwa para penulis banyak merusak teks Alkitab.
  • Orang-orang Muslim mendefinisikan “Firman Allah” secara sempit dan meyakini bahwa “firman Allah” haruslah langsung berasal dari Allah sendiri.

Dan berkaitan dengan ketidakcocokkan, orang-orang Muslim yakin bahwa Al-Quran lebih unggul karena di dalamnya tidak ada ketidakcocokkan. Al-Quran mengatakan,

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (Al-Quran 4:82)

Keyakinan orang-orang Muslim tentang Keajaiban Al-Quran

Orang-orang Muslim percaya bahwa Al-Quran adalah perkataan langsung dari Allah.  Orang-orang Muslim percaya bahwa
salah satu mujizat terbesar dari Al-Quran dan bukti dari asalnya yang Ilahi adalah karena tidak ada perbedaan versi dari manuskrip yang ada.  Orang-orang Muslim percaya bahwa semua salinan Al-Quran yang mereka miliki saat ini memiliki kaitan langsung yang tepat dengan apa yang sungguh-sungguh dikatakan oleh Muhammad sekitar 1.400 tahun yang lalu.

Tidak semua orang setuju bahwa tidak ada versi yang berbeda dari manuskrip Al-Quran, tetapi mari kita andaikan saja bahwa memang tidak ada manuskrip yang berbeda.  Apa bukti akan hal itu?  Apakah itu memang membuktikan bahwa Al-Quran memang berasal dari surga?  Jawabannya adalah, “Tidak.”

“Bahkan kalaupun Al-Quran yang ada sekarang adalah salinan yang tepat sempurna kata-per-kata sebagaimana yang aslinya diberikan oleh Muhammad, hal itu tidak membuktikan bahwa naskah aslinya memang diilhamkan oleh Allah.  Semua itu hanya membuktikan bahwa Al-Quran yang ada sekarang adalah salinan tepat dari semua yang dikatakan oleh Muhammad; tetapi tidak akan mengatakan atau memberikan bukti apapun mengenai kebenaran dari apa yang dikatakannya.  Perkataan orang-orang Muslim bahwa mereka memiliki agama yang benar karena mereka memiliki salinan yang sempurna dari Kitab Suci mereka, secara logika adalah sama salahnya dengan memilih untuk memiliki uang palsu dengan cetakan yang tepat sama daripada memiliki uang asli yang cetakannya sudah sedikit berubah!  Pertanyaan yang paling penting, yang perlu dijawab oleh kaum apologet Muslim, adalah apakah naskah aslinya memang Firman Allah atau bukan, dan bukannya apakah salinannya tepat sama atau tidak.” (Norman Geisler, Abdul Saleeb, Answering Islam: The Crescent in Light of the Cross [2nd ed.], 199).

Perjanjian Baru berisi salinan dari apa yang aslinya tertulis.  Dan semua salinan tidak semua saling setuju.  Orang Kristen memiliki 100% dari apa yang tertulis dalam ribuan salinan potongan dan manuskrip, tetapi dengan 2% dari Perjanjian Baru kita perlu membuat pilihan tentang apakah bacaan itu, yang manakah yang asli dan yang mana yang tidak. Perbedaannya memang sangat kecil, dan harus dipahami bahwa tidak ada doktrin besar Kekristenan yang dipertaruhkan di sana.  Memutuskan mengenai 2% dari teks yang dipertanyakan itu memakai ilmu pengetahuan yang disebut ilmu kritik teks. 1Craig Blomberg, seorang ahli Perjanjian Baru, menuliskan, “konsensus di antara para ahli kritik teks adalah bahwa di dalam edisi kritik modern dari Perjanjian Baru Bahasa Yunani yang kita miliki saat ini, baik di dalam teks sendiri atau di dalam catatan kaki yang ada maka lebih dari 97% dari tulisan asli penulisnya tidak diragukan lagi sudah tersusun di sana, dan bahwa tidak ada doktrin iman Kristen yang sepenuhnya tergantung kepada bagian-bagian teks yang termasuk golongan belum dipastikan” (The Historical Reliability of the Gospels [revised 2007], 333).  Hal lain yang perlu diingat adalah bahwa “bahkan kalaupun kita memiliki naskah aslinya yang tersimpan baik tanpa adanya perubahan sedikitpun, hal itu hanya akan menunjukkan bahwa kita memiliki pengetahuan yang tak bercacat mengenai apa yang dituliskan oleh penulis aslinya. Tetapi mengenai akurasi dan kebenaran dari apa yang dituliskan tetap belum bisa ditentukan”(Ibid. 334).

Coba pikirkan ilustrasi berikut ini.  Memang sedikit ekstrim, tetapi sangat menolong untuk memahami mengapa seseorang masih bisa tetap menentukan yang mana bagian yang asli bahkan kalaupun naskah asli sudah tidak ada lagi dan bahkan ada salinan yang memakai versi yang berbeda.

Andaikan saja Tante Sally suatu saat bermimpi, dan di dalam mimpi itu ia belajar mengenai resep ramuan yang akan membuat dia terus awet muda.  Ketika ia bangun, ia menuliskan resep itu dalam selembar kertas, lalu lari ke dapur untuk membuat satu gelas ramuan pertamanya.  Dalam beberapa hari penampilan Tante Sally berubah.  Tante Sally menjadi wanita yang memancarkan kemudaan karena ia meminum ramuan yang kemudian dikenal sebagai “Resep Rahasia Tante Sally.”

Sally sangat gembira dengan hal itu sehingga ia mengirimkan petunjuk pembuatan resep itu dalam bentuk tulisan tangan kepada tiga orang sahabat main kartunya (Tante Sally hidup di jaman ketika tekhnologi belum modern—belum ada mesin fotokopi atau email) dan dituliskan detail mengenai bagaimana membuat ramuan itu.  Kemudian, mereka, membuat sepuluh salinan dan mengirimkannya kepada sepuluh sahabat mereka sendiri.

Semua berjalan dengan baik sampai suatu hari binatang peliharaan Tante Selly, schnauzer, memakan tulisan asli dari resep itu. Sally sangat kebingungan.  Dalam kepanikan ia menghubungi ketiga sahabatnya yang secara luar biasa juga mengalami kejadian yang sama.  Salinan yang ada pada mereka juga hilang, sehingga dengan sangat cemas mereka menghubungi sahabat-sahabat mereka dalam usaha untuk mendapatkan kembali kata-kata asli dari ramuan itu.

Akhirnya mereka berhasil mengumpulkan semua salinan tulisan tangan itu, semuanya berjumlah dua puluh enam.  Ketika mereka menghamparkan semuanya di meja dapur, mereka mendapati ada beberapa perbedaan.  Dua puluh tiga salinan yang ada tepat sama.  Dari antara tiga lainnya, yang satu menunjukkan ada kata-kata yang salah tulis, lalu di dalam dua salinan, ada kata-kata yang terbalik (“campur lalu cincang” dan bukannya “cincang lalu campur) dan di salah satu salinan bahkan menuliskan ada bahan yang tidak tertulis di dalam salinan lainnya.

Pertanyaan kritisnya demikian:  Apakah anda berpikir Tante Sally bisa dengan tepat mendapatkan kembali resep aslinya?  Tentu saja bisa.  Kata-kata yang salah tulis bisa dengan mudah diperbaiki, frase yang ditambahkan bisa dibetulkan, dan bahan yang ekstra bisa diabaikan.

Bahkan dengan banyaknya variasi itu, yang asli masih tetap bisa dibentuk dengan tingkat keyakinan yang tinggi atas dasar adanya bukti tekstual yang benar.  Salah tulis akan menjadi kesalahan yang nyata, perubahan akan menjadi sangat kentar dan dengan mudah diperbaiki, dan kesimpulan yang diambil adalah bahwa jauh lebih masuk akal untuk menganggap bahwa ada kalimat atau kata yang secara tidak sengaja masuk ke dalam salah satu salinan daripada adanya usaha menghapuskannya dari banyak salinan yang ada.

Ini, dalam bentuk yang sangat disederhanakan, adalah cara kerja dari ilmu kritik teks. (Gregory Koukl, “Facts for Skeptics of the New Testament”).

Banyak orang yang sudah berusaha untuk mengubah dan memalsukan Perjanjian Baru. Tetapi salah satu cara Allah memelihara Perjanjian Baru adalah melalui tersedianya banyak salinan manuskrip.  Banyaknya salinan itu semua sepakat menegaskan bahwa Yesus mati di kayu salib; kita memahami bahwa pengajaran ini pasti merupakan pengajaran aslinya.  Yang perlu ditunjukkan oleh orang-orang Muslim bukanlah mengenai adanya orang-orang yang berusaha untuk mengubah Alkitab.  Islam adalah bukti yang hidup tentang adanya orang yang mau mengubahkan Alkitab.  Namun, orang-orang Muslim perlu menunjukkan dari bukti manuskrip dan/atau sejarah bahwa ada seseorang di dalam sejarah yang sudah berhasil dalam mengubahkan Perjanjian Baru sehingga sampai Alkitab yang ada sekarang mengajarkan bahwa Yesus mati di kayu salib.  Mereka tidak berhasil menunjukkan bukti ini, yang berarti bahwa Al-Quran justru merupakan pengakuan palsu bahwa kitab itu adalah Firman Allah.

Kenyataan penting lainnya adalah bahwa Yesus hidup oleh Kitab Suci dan karena itu Ia bangkit dari kematian.  Yesus sudah naik ke surga; dan Ia sudah menerima segala kuasa di langit dan di bumi (Mazmur 2:6-9; Matius 28:18-20). Ini adalah alasan yang sangat kuat untuk percaya bahwa Alkitab sudah terpelihara dalam kebenaran dan kelayakannya untuk bisa dipercaya.

Apakah ada yang dianggap sebagai pertentangan di dalam Al-Quran?  Bagaimanakah orang-orang Muslim menjelaskan hal itu dan apa tanggapan yang anda sampaikan kepada mereka yang mengatakan
demikian?

Apakah ada bagian di dalam Alkitab yang atasnya anda sungguh-sungguh bergumul?  Kalau ada, bagikan pertanyaan anda di bawah ini atau pakai halaman kontak  untuk mengirimkan email kepada saya.

Tulisan yang Berkaitan

Kematian Yesus di Salib dan Qur’an

Apakah Al-Quran adalah Firman Allah? (Indonesian)

References[+]

References
↥1 Craig Blomberg, seorang ahli Perjanjian Baru, menuliskan, “konsensus di antara para ahli kritik teks adalah bahwa di dalam edisi kritik modern dari Perjanjian Baru Bahasa Yunani yang kita miliki saat ini, baik di dalam teks sendiri atau di dalam catatan kaki yang ada maka lebih dari 97% dari tulisan asli penulisnya tidak diragukan lagi sudah tersusun di sana, dan bahwa tidak ada doktrin iman Kristen yang sepenuhnya tergantung kepada bagian-bagian teks yang termasuk golongan belum dipastikan” (The Historical Reliability of the Gospels [revised 2007], 333).  Hal lain yang perlu diingat adalah bahwa “bahkan kalaupun kita memiliki naskah aslinya yang tersimpan baik tanpa adanya perubahan sedikitpun, hal itu hanya akan menunjukkan bahwa kita memiliki pengetahuan yang tak bercacat mengenai apa yang dituliskan oleh penulis aslinya. Tetapi mengenai akurasi dan kebenaran dari apa yang dituliskan tetap belum bisa ditentukan”(Ibid. 334).

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

Subscription Options:

Subscribe via RSSSubscribe via EmailSubscribe via TwitterSubscribe via Google+Subscribe via YouTube

English Links

  • Read the Bible
  • How to Know God Personally
  • Why should God let you into heaven?
  • Alpha & Omega

Links

  • YouTube Channel
  • Twitter

Is the Qur’an the Word of God?

  • Jesus’ Death on the Cross and the Quran
  • Monotheism and the Trinity
  • Ahmadiyya
  • Mirza Ghulam Ahmad
  • Ahmed Deedat

About this Site:

This site is about Christian and Muslim beliefs about God and monotheism, Jesus and Muhammad, the Bible and Quran.

حول هذا الموقع

هذا الموقع يدور حول المعتقدات المسيحية والإسلامية عن الله والتوحيد، ويسوع ومحمد، والكتاب المقدس والقرآن.

À propos de ce site

Ce site concerne les chrétiens et les musulmans les croyances sur Dieu et le monothéisme, Jésus et Muhammad, la Bible et le Coran.

Tentang Situs Ini

Situs ini tentang Kristen dan Muslim keyakinan tentang Tuhan dan monoteisme, Yesus dan Muhammad, Alkitab dan Al-Quran.

All right reserved

GET IN TOUCH WITH US.