Orang-orang Muslim dan Alkitab
Orang-orang Muslim mengatakan bahwa mereka percaya kepada Alkitab; bahkan, ada beberapa bagian di dalam Al-Quran yang sangat memberikan pujian kepada Injil, Taurat, dan Mazmur (bandingkan Quran 3:3;5:44-48,68-69; 6:115; 10:64; 12:111; 18:27; 34:31; 35:31).
Namun, orang-orang Muslim tidak percaya kepada Injil Kristen, mereka tidak percaya kepada Taurat dan Mazmur Ibrani yang ada di tangan orang-orang Kristen dan orang-orang Yahudi di jaman ini. Banyak orang-orang Muslim percaya kalau Alkitab sudah dipalsukan.
Orang-orang Muslim percaya kepada kitab-kitab yang tidak ada dan tidak pernah ada
Kenyataannya adalah bahwa orang-orang Muslim percaya kepada sesuatu yang tidak ada dan tidak pernah ada – sebuah versi Islam dari kitab Taurat, Mazmur, dan Injil.
- Orang-orang Muslim percaya kepada Taurat yang tidak pernah ada
- Orang-orang Muslim percaya kepada Injil yang tidak pernah ada
Berkaitan dengan hal itu adalah bahwa orang-orang Muslim tidak percaya kepada peristiwa sejarah tentang kematian Yesus di kayu salib. Bagi orang-orang Muslim, hal itu tidak mungkin pernah terjadi karena Al-Quran menyangkalinya. Orang-orang Muslim mengatakan bahwa Al-Quran memperbaiki Perjanjian Baru di dalam bagian ini, tetapi hal itu juga berarti bahwa
- Orang-orang Muslim percaya kepada sejarah yang tidak pernah terjadi
Yang dikatakan oleh Muhammad mengenai penyaliban tidak bisa dilihat oleh manusia (Quran 4:157). Tidak ada catatan sejarah yang bisa dipercaya yang mendukung perkataan Muhammad yang kemudian dikumpulkan di dalam Al-Quran. Orang-orang Muslim menyangkali sejarah untuk bisa percaya kepada sebuah sejarah yang tidak pernah disaksikan sendiri oleh Muhammad. Orang-orang Muslim menyangkali sejarah untuk bisa percaya kepada suatu sejarah yang tidak pernah terjadi. Ini sesuatu yang sangat tidak masuk akal.
Kepercayaan orang-orang Muslim sebenarnya adalah ketidak-percayaan.
Untuk menolong orang-orang Muslim melihat kepercayaan mereka kepada apa yang tidak nyata, saya mengajukan beberapa pertanyaan ini:
1. Siapakah yang mengubah pengajaran Alkitab mengenai penyaliban dan kematian Yesus? Kapankah perubahan itu terjadi dan mengapa?
2. Bukti manuskrip apa yang anda miliki untuk membuktikan adanya perubahan itu? Dengan kata lain, bisakah anda menunjukkan bagian atau manuskrip yang lengkap dari Perjanjian Baru yang mengatakan bahwa Yesus tidak mati di kayu salib?
3. Bisakah anda menunjukkan bukti sejarah (catatan tentang saksi mata, catatan tentang kesaksian dari saksi mata itu, catatan sejarawan, Injil, dll) yang bertanggal sebelum 100 M yang menyangkali kematian Yesus di kayu salib dan memberikan catatan yang benar mengenai Yesus yang mendukung kepercayaan Muslim anda?
Ketidakmampuan orang-orang Muslim untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu membuktikan bahwa mereka percaya kepada hal-hal yang tidak pernah ada dan tidak pernah terjadi. Itu membuat kepercayaan Muslim menjadi tidak masuk akal.
Tulisan yang Berkaitan







