Is the Quran or Bible the Word of God? Christianity or Islam?

Trinitas, Tauhid dan Monotheism

This page is also available in: English Arabic Chinese (Traditional) German Turkish

Tauhid dan Tritunggal, dan Kepercayaan Monoteistik kepada Allah yang Esa

Inti dari Islam dan Kekristenan adalah kepercayaan dari Allah yang Esa. Tauhid dan Tritunggal meringkaskan kepercayaan orang-orang Muslim dan Kristen akan monoteisme.

Pemahaman orang-orang Muslim dan Kristen terhadap Allah yang Esa amatlah berbeda.

Syirik dan Syahadat dalam Islam

Doktrin Tauhid dalam Islam diakui dalam syahadat, rukun Islam yang pertama.

Tiada illah selain Allah, dan Muhammad adalah rasul Allah.

لا اله الا الله محمد رسول الله (lâ ilâha illallâh, Muammadur rasûlullâh) (Syahadat dalam bahasa Arab)

Lawan dari syahadat adalah syirik. Syirik adalah dosa besar dalam Islam, menyamakan atau menyetarakan Allah dengan illah-illah. Qur’an memperingatkan tentang dosa ini dalam 34:20-24; 35:40; 46:4.

Qur’an, Alkitab dan Doktrin Kristen mengenai Tritunggal

Monoteisme Kristen bersifat Tritunggal. Menariknya, penolakan resmi Qur’an terhadap Tritunggal bukanlah terhadap Tritunggal yang secara historis dipercaya oleh orang-orang Kristen.

Qur’an secara resmi menolak semua doktrin Tritunggal. Namun demikian, harus diketahui bahwa Tritunggal yang dipahami dan ditolak berbeda dengan apa yang diajarkan oleh dogma Kristen, dan yang didefinisikan oleh konsili-konsili yang diadakan sebelum pewahyuan Qur’an. Tritunggal Qur’an kelihatannya merupakan sebuah triad yang terdiri dari Allah, Maria istrinya, dan Yesus anak mereka (cf. V, 116); sebuah konsep yang di satu sisi mengingatkan akan sejumlah besar triad dalam Pantheon pra-Islam, dan di sisi lain sekte Maryvergung dari penyembahan berhala yang dilakukan oleh sekte-sekte Kristen tertentu di Arab, yaitu para Mariamis dan Collydirian. Penting untuk dicatat bahwa penyangkalan resmi Qur’an adalah terhadap pandangan-pandangan semacam ini, yang merupakan “ajaran sesat” dari sudut pandang ortodoksi Kristen sendiri (Anawati, G.C. “ʿĪsā.”, dalam The Encyclopaedia of Islam, E. J. Brill, Leiden, versi CD-ROM).

Ringkasan Monoteisme dan Tritunggal yang Alkitabiah

Kepercayaan monoteistik Kristen dapat dirangkumkan dalam tujuh butir berikut ini:

1. Bapa adalah Allah
2. Anak adalah Allah
3. Roh Kudus adalah Allah
4. Bapa bukan Anak
5. Anak bukan Roh Kudus
6. Roh Kudus bukan Bapa
7. Hanya ada satu Allah

Ketika orang-orng Kristen mengatakan: (1) Bapa adalah Allah; (2) Anak adalah Allah; dan (3) Roh Kudus adalah Allah kita menyatakan Siapakah Allah itu.

Ketika kita mengatakan: (4) Bapa bukan Anak; (5) Anak bukan Roh Kudus; dan (6) Roh Kudus bukan Bapa, kita membedakan antara Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Pernyataan ketujuh dan terakhir adalah yang paling penting, “Hanya ada satu Allah.”  Orang-orang Yunani mengatakan, “Zeus adalah allah”, “Apolos adalah allah” dan “Dionisius adalah allah” serta ada tiga allah.  Kekristenan mengatakan Bapa adalah Allah, Anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah, dan hanya ada satu Allah.

Untuk memperjelas ketujuh butir di atas, mari kita mempelajari diagram di bawah ini:

Tauhid dan Tritunggal meringkaskan kepercayaan orang-orang Muslim dan Kristen akan monoteisme. Shield of the Trinity, Scutum Fidei

Doktrin Kristen mengenai Tritunggal, dan Kepercayaan pada Allah yang Esa Mencakup Misteri.

Sekarang, pada dasarnya pertanyaannya adalah sbb: Apakah ini yang diajarkan oleh Alkitab? Karena Alkitab mengajarkan hal ini namun kita tidak sanggup untuk memahaminya secara penuh – tidak ada masalah.  Kita harus menyediakan tempat untuk misteri dalam teologia kita.

Dalam sejarah gereja, Santo Agustinus (354-430) mungkin adalah yang paling memikirkan tentang doktrin Tritunggal dibandingkan dengan para penulis lainnya, kecuali John Calvin.  Ada cerita bahwa konon suatu saat Agustinus berjalan di tepi pantai sambil sangat bingung mengenai doktrin Tritunggal.  Sambil dia merenung, dia mengamati seorang anak kecil dengan sebuah kulit kerang, dia berlari-lari ke laut, menyedok air dengan kulit kerangnya, kemudian menuangkannya ke dalam sebuah lubang yang digalinya di pasir:

“Apa yang kamu sementara lakukan, nak?” tanya Agustinus.  

“Oh,” jawab anak itu, ” Saya lagi berusaha memasukkan laut ke dalam lubang ini.”

Agustinus belajar sesuatu, dan saat dia pergi, dia mengatakan, “Itu yang saya sementara berusaha lakukan; sekarang saya mengerti. Di tepi pantai waktu, saya berusaha untuk memasukkan hal-hal yang tidak terbatas ke dalam pikiran yang terbatas.”

Harusnya bukan suatu kejutan bahwa kepercayaan Kristen mengenai Allah Tritunggal mencakup misteri yang melampaui pikiran manusia.

Apakah Qur’an Tidak Diciptakan dan/atau Kekal? Sebuah Misteri Muslim.

Bassam Madany, mantan hamba Tuhan  Arabic Broadcast (Siaran Bahasa Arab) menceritakan saat dia menerima sepucuk surat dari seorang pedagang Muslim yang berdiam di London, Inggris.  Setelah secara bersahabat mengomentari penggunaan bahasa Arab Bassam, orang Muslim ini bertanya bagaimana orang yang pintar bisa percaya pada Tritunggal. Bassam menjawab,

Saya tidak terkejut bahwa amat sulit bagi Anda untuk memahami pengajaran Alkitab mengenai Tritunggal ini. Saya percaya pada Allah tritunggal adalah karena ini adalah merupakan bagian dari wahyu Allah.  Saya yakin Anda sepaham dengan saya bahwa ketika kita berurusan dengan doktrin-doktrin seperti atribut-atribut Allah, dan natur Allah, kita tidak mungkin memahaminya secara sempurna.  Sebagai orang-orang percaya kepada Allah, kita dipanggil untuk menerima apa yang diajarkan oleh wahyu ini.  Jadi kita tidak perlu terkejut kalau dalam agama samawi (kaum Muslim memandang Yudaisme, Kekristenan dan Islam sebagai agama langit [atau diwahyukan], ada terdapat misteri-misteri yang melampaui akal pikiran manusia.

Ada beberapa teolog Muslim yang pandangannya didukung oleh para kalifah yang berkuasa, yang mengemukakan doktrin bahwa Qur’an diciptakan; bahwa Qur’an baru ada pada saat pewahyuan kepada Muhammad (antara 610-632 AD). Mereka percaya bahwa untuk mempertahankan kesatuan Allah maka Qur’an tidak mungkin sudah ada sebelumnya.  Namun, seorang teolog yang berpengaruh dan pakar dalam Hukum, Imam Hanbal, menolak menerima perumusan ini dan menyatakan bahwa Qur’an itu kekal. Dia dianiaya dan dipenjarakan oleh sang kalifah. Sebagaimana yang Anda ketahui, kejadian ini dalam sejarah Anda disebut sebagai “Ujian Qur’an.” Beberapa tahun kemudian pandangan Hanbal-lah yang tetap bertahan. Sampai sekarang, pandangan itu tetap merupakan ajaran resmi dari Islam Sunni.

Kaum Muslim percaya bahwa Allah itu kekal, namun mereka juga mengakui bahwa Qur’an juga kekal. Sekalipun saya tahu ini adalah keyakinan Anda, saya tidak begitu saja menyimpulkan bahwa Anda mengaku bahwa ada dua allah. Saya menyadari bahwa ada misteri dalam semua keyakinan yang melampaui kemampuan pemahaman kita.  Tidakkah seharusnya Anda juga bersikap demikian terhadap saya, dan bukannya menuduh bahwa saya percaya pada tiga alllah? (“The Trinity And Christian Missions To Muslims” dalam Reformation and Revival; [Musim panas 2001], pp.129-130) 1

Dalam surat menyurat saya dengan kaum Muslim saya sering memusatkan pada keillahian Yesus, menekankan bahwa orang-orang Kristen adalah monoteistik, dan menunjukkan bahwa pertanyaan yang sejati adalah apakah Kitab Suci Kristen atau Qur’an menyajikan Allah yang sejati kepada kita.2

EMAIL DARI SEORANG MUSLIM MENGENAI KEPERCAYAAN MONOTEISTIK PADA ALLAH YANG ESA DAN TRITUNGGAL:

  •    Kata “Tritunggal” tidak terdapat di manapun dalam Alkitab, namun disebutkan dalam Qur’an yang Mulia dalam ayat-ayat berikut ini:

a. Surah Nisa pasal 4 ayat 171
janganlah kamu mengatakan : “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa

b. Pesan yang serupa diulangi dalam Surah Maidah pasal 5 ayat 73
Sesungguhnya kafirlah orang0orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih

Jawaban Monoteistik Kristen saya:

Salah satu perbedaan utama antara Muslim dan orang-orang Kristen adalah identitas Yesus.  Ada beberapa gelar, atribut dan tindakan-tindakan yang hanya dimiliki oleh Allah. Yesus mengklaim semua itu untuk diri-Nya. Salah satu kejadian adalah ketika Dia mengampuni dosa (Matius 9:1-8; Markus 2:2-12),

Markus 2:2-12
2  Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,3  ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.4  Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.5  Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” 6  Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: 7  “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?” 8  Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? 9  Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? 10  Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” —berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu—: 11  “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” 12  Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.”

Dalam peristiwa lain Yesus mengklaim, “Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada” dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Yahweh (Yohanes 8:58 dengan Keluaran 3:14-15 dan juga Yesaya 41:4, 43:10, 13, 25; 46:4; 48:12; 51:12; 52:6).

Orang-orang Kristen dan Muslim berbeda pendapat soal kematian Yesus di kayu salib.  Namun kita bisa mundur ke belakang dan meninjau landasan hukum mengenai kematian Yesus yang juga adalah bukti bahwa Yesus mengklaim sebagai Allah.  Yesus dihukum mati oleh pengadilan tertinggi dalam Yudaisme karena menyatakan kebenaran mengenai Diri-Nya.

Matius 26:63-66
63  Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.”64  Jawab Yesus: “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.”65  Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: “Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya.66  Bagaimana pendapat kamu?” Mereka menjawab dan berkata: “Ia harus dihukum mati!”

Dengan bersumpah Yesus mengklaim dari Kitab Suci Perjanjian Lama (Mazmur 110 dan Daniel 7:9-14) bahwa Dia memiliki otoritas untuk menghakimi Israel yang tidak percaya.  Imam Besar menyatakan bahwa Yesus pantas dihukum mati karena “menghujat” di mana dalam kasus ini berarti Yesus mengklaim keillahian-Nya.

Pasal-pasal lain dari Apakah Qur’an Firman Allah:

Apakah Al-Quran adalah Firman Allah? (Indonesian)

Footnotes

  1. Sekalipun banyak Muslim yang percaya bahwa Qur’an tidak “diciptakan”, mereka sama sekali tidak menyimpulkan bahwa Qur’an itu kekal.  Namun demikian, beberapa Muslim menyimpulkan seperti ini. []
  2. “Doktrin Allah adalah merupakan kelemahan besar dalam Islam … Hanya Allah yang Tritunggal bisa merupakan Allah yang berpribadi.  Hanya Tritunggal yang kudus yang dapat merupakan kasih.  Kasih manusia tidak mungkin dapat mencerminkan natur Allah kecuali Allah adalah Tritunggal dalam kesatuan dan persekutuan. Sesuatu yang tunggal tidak dapat mengasihi, dan karena dia tidak dapat mengasihi, dia tidak mungkin merupakan suatu pribadi … Theologia Tritunggal menegaskan bahwa kasih itu adalah yang terutama karena Allah adalah kasih karena Dia adalah tiga pribadi dengan perjalinan kasih yang tak terpisahkan” (Robert Letham, The Holy Trinity, 446). []

Oh dear! It looks like you're viewing this website in Internet Explorer 6.

IE6 has problems displaying many websites correctly and is no longer supported by Microsoft. If you want to see this website with the beautiful design intended, you should upgrade to IE8 or maybe have a fresh start with Firefox or Safari. To make this website usable in IE6, you are being presented with a 'bare-bones' layout.