Is the Quran or Bible the Word of God? Christianity or Islam?

AHMADIAH

This page is also available in: English Arabic German

SIAPAKAH AHMADIAH?

Gerakan Ahmadiah dalam Islam (Urdu Jamāʿat-i Amadiyya) adalah gerakan mesianik modern. Ahmadiah didirikan pada tahun 1889 di propinsi Punjab India oleh Mirzā Ghulām Aḥmad (1835-1908) dan menjadi amat kontroversial dalam lingkungan Muslim kontemporer. Karena mengklaim bahwa pendirinya memiliki status mesianik dan kenabian tertentu, Gerakan Ahmadiah membangkitkan perlawanan keras dari arus utama Islam dan dituduh menolak dogma bahwa Muhammad adalah nabi terakhir.  Di bawah penjajahan Inggris, kontroversi itu tidak lebih dari sekedar sengketa doktrin antara pribadi-pribadi atau organisasi-organisasi sukarela, namun ketika pusat gerakan itu dan banyak kaum Ahmadiah pada tahun 1947 pindah ke negara Islam Pakistan, persoalannya beralih menjadi masalah konstitusional yang besar dan arus utama Islam menuntut agar Ahmadiah secara resmi dikucilkan dari Islam.  Hal ini tercapai pada tahun 1974 ketika parlemen Pakistan mengadopsi amendemen konstitusi yang menyatakan Ahmadiah bukan Islam.” (Yohanan Friedmann, “Aḥmadiyya.” Encyclopaedia of the Qurʾān. General Editor: Jane Dammen McAuliffe; Brill [Leiden and Boston], 2005. CD-ROM version).

Islam Ahmadiah percaya bahwa Yesus pingsan di salib dan disadarkan – bukan dibangkitkan – dalam kubur.

Rozabal Tomb in Srinagar, Kashmir

Kaum Muslim Ahmadiah mengklaim bahwa Yesus dikuburkan di kuburan ini yang terletak di Kashmir, India.

Islam Ahmadiah percaya bahwa Yesus disalibkan (Qur’an 4:157) namun tidak mati di salib. Mereka mendasarkan keyakinan mereka pada penafsiran Mirza Ghulam Ahmad pada Qur’an 3:55-56, “Sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.

Ahmadiah mengajarkan bahwa Yesus disadarkan kembali di dalam kubur, kemudian pergi ke India untuk mencari suku-suku Israel yang terhilang.  Di sana dia menggunakan nama Yuz Asaf, menikahi Maria dan memiliki anak-anak.  Dia kemudian meninggal dalam usia 120 tahun dan dimakamkan di distrik Srinagar.

Penolakan Ahmadiah akan kematian Yesus di atas salib bertentangan dengan sejarah

Salah satu hal yang saya tekankan ketika berbicara dengan Ahmadiah adalah bahwa iman Kristen berakar pada sejarah dan pandangan mereka tidak.

Ketika mengabaikan sejarah, ada beberapa hal yang masih bisa dipertahankan.  Anda bisa mempertahankan kepercayaan pada Allah.  Namun theisme yang tidak pernah memiliki kuasa dalam dunia.  Anda bisa mempertahankan pemikiran etis yang tinggi-tinggi. Namun ada satu hal yang jelas – Anda tidak pernah bisa mempertahankan Injil.  Karena Injil berarti “kabar baik,” kabar sukacita, berita mengenai sesuatu yang sudah terjadi.  Dengan kata lain, itu adalah sejarah.   Injil yang terlepas dari sejarah merupakan suatu kontradiksi.” (J. Gresham Machen, History & Faith).

Ahmadiah melakukan klaim sejarah bahwa Yesus dimakamkan di India dan bahwa mereka mengetahui di mana kuburan Yesus.  Selebihnya dari umat Islam memiliki kubur Yesus yang kosong yang bersebelahan dengan kubur Muhammad di Medina.  Yang perlu dilakukan oleh Ahmadiah adalah memperbolehkan para sarjana untuk mempelajari bukti bahwa klaim mereka itu berdasarkan sejarah.  Mereka tidak melakukan ini dan itu adalah bukti bahwa klaim Ahmadiah itu salah adanya.

Halaman-halaman terkait:

Apakah Al-Quran adalah Firman Allah? (Indonesian)

Oh dear! It looks like you're viewing this website in Internet Explorer 6.

IE6 has problems displaying many websites correctly and is no longer supported by Microsoft. If you want to see this website with the beautiful design intended, you should upgrade to IE8 or maybe have a fresh start with Firefox or Safari. To make this website usable in IE6, you are being presented with a 'bare-bones' layout.